Minggu, 27 April 2025

SAKRAMEN PERKAWINAN GEREJA KATOLIK | IX | 2021

 


A. Pengertian Sakramen

-          Tanda keselamatan dari Allah yang kelihatan

-          Hubungan Kristus dan Gereja-Nya

 

B. Pengertian Sakramen Perkawinan

Panggilan hidup berkeluarga sering kita sebut dengan perkawinan. Perkawinan adalah persekutuan hidup antara seorang pria dan seorang wanita atas dasar ikatan cinta kasih yang total dengan persetujuan bebas dari keduanya.

 

C. Dasar Kitab Suci dan Dokumen Gereja

1. Kejadian 2: 18-25

-          Mereka adalah Gereja mini. Sebagai persekutuan, mereka bukan lagi dua tetapi satu daging (lihat Kejadian 2: 24). Dengan hidup sebagai persekutuan yang didasarkan kasih itulah, maka perkawinan memperlihatkan dan melambangkan kasih Allah kepada manusia dan kasih Yesus kepada Gereja-Nya.

2. Markus 10:1-9

-          Dalam perkawinan Kristiani tidak dikenal adanya perceraian. Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia (lihat Markus 10: 9).

3. Efesus 5: 22-33

-          Dengan demikian berarti pula bahwa panggilan hidup berkeluarga juga memiliki nilai yang luhur, sebab dari perkawinan itu sendiri yang juga luhur. Perkawinan dalam Gereja Katolik disebut sebagai Sakramen karena melambangkan hubungan antara Kristus dan Gereja-Nya (lihat Efesus 5: 22-33). Mereka akan hidup sebagai suatu persekutuan seperti halnya hidup Gereja sebagai persekutuan.

4. Dokumen Gaudium et Spes art 48

-          Gereja Katolik memandang dan memahami bahwa hidup berkeluarga itu sungguh suci dan bernilai luhur, karena keluarga merupakan “Persekutuan hidup dan kasih suami istri yang mesra, yang diadakan oleh Sang Pencipta, dan dikukuhkan dengan hukum-hukumnya, dan dibangun oleh janji pernikahan atau persetujuan pribadi yang tak dapat ditarik kembali. Hal ini terungkap dalam dokumen Gereja yaitu dalam Gaudium et Spes artikel 48; “Demikianlah karena tindakan manusia yakni saling menyerahkan diri dan saling menerima antara suami istri, timbullah suatu lembaga yang mendapat keteguhannya juga bagi masyarakat berdasarkan ketetapan Ilahi”.

5. KHK (Kitab Hukum Kanonik) kanon 1055 – 1165

Terdiri dari 10 Bab (Berisi arti, syarat, halangan dan tata cara)

KHK Kan 1056

-          Perkawinan Katolik hakikatnya monogam dan tak terceraikan. “Ciri-ciri hakiki perkawinan ialah kesatuan dan sifat tak dapat diputuskan, yang dalam perkawinan Kristiani memperoleh kekukuhan khusus atas dasar sakramen. (KHK Kan. 1056).

 


D. Tujuan Perkawinan

Adapun tujuan perkawinan Katolik adalah

1. kebahagiaan suami-istri sebagai pasangan,

2. keturunan atau kelahiran anak,

3. pendidikan anak, dan

4. kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena, tiadanya anak/keturunan bukan menjadi alasan untuk terjadinya perceraian.

 

E. Ciri/Sifat Sakramen Perkawinan

1. Tak terceraikan

- Tidak dapat diceraikan atau terceraikan

- Sekali seumur hidup

2. Monogami

- Hanya satu seumur hidup

- Mengasihi secara total pada pasangannya

 


F. Halangan Perkawinan

Dalam Gereja Katolik terdapat halangan dalam perkawinan. Yang dimaksud halangan-halangan perkawinan Katolik adalah hal-hal yang membuat perkawinan menjadi tidak sah atau menggagalkan sebuah perkawinan. Halangan tersebut berkaitan dengan hukum ilahi dan hukum Gereja. Halangan-halangan yang berkaitan dengan hukum Gereja dapat diberi dispensasi, sedangkan halangan yang berkaitan dengan hukum ilahi tidak dapat diberi dispensasi oleh Ordinaris Wilayah.

Ada sekitar 12 halangan kanonik yang dibicarakan secara spesifik dalam KHK 1983, yakni:

 

A. Halangan yang berasal dari perkawinan itu sendiri

-          Halangan umur (kan. 1083)

-          Halangan impotensi seksual yang bersifat tetap (kan. 1084)

-          Ikatan perkawinan (kan. 1085)

B. Halangan berdasarkan hal agama

-          Agama yang berbeda (kan. 1086)

-          Tahbisan Suci (kan. 1087)

-          Kaul Kemurnian Publik dan Kekal (kan. 1088)

C. Halangan yang Muncul dari Dosa Berat

-          Penculikan (kan. 1089)

-          Pembunuhan pasangan/kriminal (kan. 1090)

-          Kelayakan publik (kan. 1093)

D. Halangan Nikah Berdasarkan Hubungan Persaudaraan

-          Hubungan darah dalam garis lurus, baik ke atas maupun ke bawah (kan. 1091 §1) dan garis menyamping (kan. 1091 §2)

-          Hubungan ipar/semenda (kan. 1092)

-          Halangan adopsi atau pertalian hukum (kan. 1094)


Rangkaian Sakramen Perkawinan silahkan ditonton video berikut


Yang harus disiapkan dalam Perkawinan Gereja Katolik

klik disini

 

Minggu, 11 Juli 2021

MATERI SEMESTER 1 KELAS 9 DAN SISTEMATIKA PEMBELAJARAN DARING | SMP XAVERIUS 4 BDL

Cuplikan pengantar Klik disini

Langkah-langkah pembelajaran secara daring : (Mohon diperhatikan ya)

1. Setiap pembelajaran agama dilaksanakan, Isilah presensi (absensi) kelas 9 Pendidikan Agama Katolik melalui link presensi 

Maka silahkan link disimpan dan diisi saat akan pembelajaran saja, bukan setiap hari.

2. Catatlah catatan/ materi yang tertera pada blog ini di buku catatan anak-anak.

3. Kerjakan latihan soal jika ada soal yang tertera pada blog ini di buku latihan anak-anak.

4. Jika ada tugas via CR, Hasil catatan dan latihan soal silakan di foto dan di upload ke Google Clasroom masing-masing sesuai kelas.

5. Berikut link classroom, pilih sesuai kelas.

Kelas 9A
6. Jika ada pertanyaan penjelasan materi dan cara mengerjakan soal, maka bisa melalui Google Classroom di kelas masing-masing.


Dibawah ini ulasan materi semester ini.

MATERI SEMESTER 1 KELAS 7 DAN SISTEMATIKA PEMBELAJARAN DARING | SMP XAVERIUS 4 BDL

Cuplikan pengantar klik disini

Langkah-langkah pembelajaran secara daring : (Mohon diperhatikan ya)

1. Setiap pembelajaran agama, silahkan mengisi presensi (absensi) kelas 7 Pendidikan Agama Katolik melalui link presensi
Maka simpanlah link ini dan kalian isi ketika pembelajaran berlangsung.

2. Catatlah catatan/ materi yang tertera pada blog ini di buku catatan anak-anak.

3. Kerjakan latihan soal jika ada soal yang tertera pada blog ini di buku latihan anak-anak.

4. Jika ada tugas, hasil catatan dan latihan soal silakan di foto dan di upload ke Google Clasroom masing-masing sesuai kelas.

5. Berikut link google classroom. Silahkan pilih sesuai kelas masing-masing.

Kelas 7A

Kelas 7B

Kelas 7C

Kelas 7D

Kelas 7E

6. Jika ada pertanyaan penjelasan materi dan cara mengerjakan soal, maka bisa melalui Google Classroom di kelas masing-masing,


Dibawah ini ulasan materi semester ini.

Senin, 26 April 2021

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH TP 2020/2021

Berikut ini saya sampaikan Kisi-kisi ujian sekolah. Soal terdiri dari semua materi di kelas 7,8 dan 9. Kebanyakan materi menggunakan ayat Kitab Suci, maka silahkan kalian sangat mencermati setiap pertanyaannya.
Ini kisi-kisinya. Cara membacanya yaitu ada 3 jenis soal yaitu kolom paling kiri (pengetahuan, aplikasi/aksi dan penalaran) dan 4 jenis materi dalam pembelajaran (Pribadi, Yesus, Gereja dan Masyarakat)
Contohnya : pengetahuan > menyebutkan > menyebutkan peran masyarakat, menyebutkan sifat Yesus, menyebutkan ciri sakramen baptis, menyebutkan cara mengembangkan budaya kehidupan.
Silahkan kalian urutkan saja seperti membaca tabel pada umumnya.
Semangat🙌

Selasa, 06 April 2021

YESUS SANG PENGAMPUN | VII | 2021

Yesus Sang Pengampun



Simak video berikut ini 



A. Yang terjadi pada manusia pada umumnya

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan baik terhadap diri sendiri, terhadap orang lain maupun terhadap Tuhan.

Walaupun demikian, tidak semua orang bila melakukan kesalahan cepat-cepat untuk meminta maaf atas kesalahannya. Demikian pula tidak semua orang yang mau dengan senang hati untuk memaafkan atau memberi pengampunan kepada orang yang bersalah kepadanya, apa lagi jika dirasa bahwa kesalahannya sungguh terlalu berat dan menyakitkan hati.

 

B. Yang Yesus Ajarkan

Yesus menyatakan bahwa dalam mengampuni hendaknya tidak terbatas. Hal ini dinyatakan oleh Yesus bahwa dalam mengampuni “… Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali…” (Matius 18:21-35)

 


C. Faktor sulit memaafkan

 (a) karena keinginan untuk mempertahankan “harga diri” atau wibawa,

(b) karena gengsi, dan

(c) karena sikap egois dan mau menang sendiri.

 

D. Akibat sulit memaafkan

(a) menumbuhkan rasa dendam, yang sesungguhnya dapat merugikan diri sendiri,

(b) orang yang bersalah pada akhirnya menanggung rasa bersalah secara berkepanjangan,

(c) tumbuhnya permusuhan dan kebencian.

 


E. Ada empat tahap Pemberian Maaf menurut Lewis B. Smedes di dalam bukunya yang berjudul Mengampuni & Melupakan (Forgive and Forget):

1) Tahap pertama adalah sakit hati. Ketika seseorang menyebabkan Anda sakit hati begitu mendalam dan secara curang sehingga Anda tidak dapat melupakannya. Anda terdorong ke tahap pertama krisis pemberian maaf.

(2) Tahap kedua adalah membenci. Anda tidak dapat mengenyahkan ingatan tentang seberapa besar Anda sakit hati, dan Anda tidak dapat mengharapkan musuh Anda baik-baik saja. Anda kadang-kadang menginginkan orang yang menyakiti Anda juga menderita seperti Anda.

(3) Tahap ketiga adalah menyembuhkan. Anda diberi sebuah “mata ajaib” untuk melihat orang yang menyakiti hati Anda dengan pandangan baru. Anda disembuhkan, Anda menolak kembali aliran rasa sakit dan Anda bebas kembali.

(4) Tahap keempat adalah berjalan bersama; Anda mengundang orang yang pernah menyakiti hati Anda memasuki kembali dalam kehidupan Anda. Kedatangannya yang tulus membuat Anda berdua akan menikmati hubungan yang dipulihkan kembali.


F. Kesimpulan

Dengan mau mengampuni, ataupun mau meminta maaf, akan dapat menjadikan hati kita tenang, tenteram, damai, jauh dari segala permusuhan dan dendam, bahkan dengan memaafkan atau meminta maaf, hubungan kita dengan sesama dan dengan Tuhan akan tetap terjalin dengan harmonis dan menyenangkan.


Sebagai bukti membaca dan mengikuti materi, silahkan tulis nama dan kelas. Ini menjadi nilai sikap dan keaktifan. 

 

Rabu, 24 Maret 2021

CITA-CITA DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN | IX | 2021


A. Pengertian

Pengertian cita-cita adalah keinginan atau kehendak yang selalu ada di dalam pikiran dan menjadikan seseorang berusaha untuk mewujudkannya.


B. Apa gunanya memiliki cita-cita?

1. Cita-cita penting untuk kita miliki, sebab dengan memiliki cita-cita, kita mempunyai harapan dan tujuan dalam hidup kita. Tujuan dan harapan inilah yang memotivasikan kita sehingga kita bersemangat dalam berjuang menggapainnya.

2. Dengan memiliki cita-cita, seseorang semakin mengetahui arah hidupnya.

3. Dengan mengetahui arah hidupnya, maka segala daya upaya yang dilakukan selama proses belajar dan persiapan menggapai masa depan diarahkan untuk menuju pada penggaapaian cita-cita.


C. Apa dasar Kitab Sucinya?

1. Dalam hal ini, Yesus mengajarkan bahwa orang tidak boleh lekas puas dalam keadaanya sekarang namun juga tidak boleh selalu mengeluh dalam hidupnya (bdk. Mat: 16-26)

2. Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus mengatakan bahwa ia "berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (Flp 3:14). Surat Paulus memberikan gambaran bahwa manusia memerlukan cita-cita dan berusaha untuk menggapainya. Paulus juga mengigatkan bahwa cita-cita terakhir dari hidup manusia adalah memperoleeh panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.


D. Bagaimana cara menggapainya?

1. Dalam menggapai cita-cita, kita harus melakukannya dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. sehingga segala usaha dan upaya kita berkenan di hadapan Tuhan dan mendapatkan berkat dari-Nya.

2. Untuk menggapai cita-cita, kita membutuhkan proses. Dalam meniti cita-cita tak jarang kita temui hambatan yang sering membelokkan niat atau cita-cita kita. Oleh karena itu, untuk menggapai cita-cita perlu perencanaan yang matang, ketekunan, ketahabahan.


E. Hal yang perlu di pertimbangkan dalam merencanakan masa depan kita:

1. Mengukur kemampuan kita

2. Bersikap Realitas

3. Selalu siap berubah


F. Faktor yang mempegaruhi atas pemilihan cita-cita.

1. Faktor Internal: ketidakcemataan kita saat menentukan  cita-cita, dan adanya perubahan kondisik/fisik

2. Faktor Eksternal: adanya perubahan ekonomi dalam keluarga, adanya perubahan kondisi dunia kerja yang kita cita-citakan, adanya perubahan kondisi sosial politik di masyarakat dan sebagainya.


G. Tahapan dan Hal yang harus dilakukan.

1. Semangat dan strategi yang baik:

2. Mempertahakan motivasi

3. Konsentrsasi dan aktif dalam hidup

4. Pengaturan waktu yang tidak seimbangkan

5. Rajin berlatih. 

Jumat, 12 Maret 2021

KISI-KISI PTS KELAS 7 DAN LUS/PAT KELAS 9 TP. 2020/2021 | SMP XAVERIUS 4 BANDAR LAMPUNG

CARA DOWNLOAD

- KLIK KATA "KLIK DISNI"

- MASUKAN EMAIL ATAU PILIH EMAIL KALIAN 

- FILE PDF TERBUKA

- KLIK TITIK 3 DIKANAN ATAS

- PILIH DOWNLOAD

- FILE PDF TERDOWNLOAD.


KISI-KISI PTS KELAS 7 KLIK DISINI UNTUK MENDOWNLOAD

KISI-KISI LUS/PAT KELAS 9 KLIK DISINI UNTUK MENDOWNLOAD

SEMANGAT!

Populer

SAKRAMEN PERKAWINAN GEREJA KATOLIK | IX | 2021

  A. Pengertian Sakramen -           Tanda keselamatan dari Allah yang kelihatan -           Hubungan Kristus dan Gereja-Nya   B. Pe...