Senin, 02 November 2020

Materi Kelas 9 | Keadilan dan Kejujuran | BAB 3

Mengembangkan Keadilan dan Kejujuran


Silahkan simak video berikut lalu berikan pendapat di kolom komentar.

Bacaan 
Hikmat Salomo dalam Memberi Keputusan (1 Raj 3: 16-28)
3:16 Pada waktu itu masuklah dua orang perempuan sundal menghadap raja, lalu mereka berdiri di depannya.
3:17 Kata perempuan yang satu: "Ya tuanku! aku dan perempuan ini diam dalam satu rumah, dan aku melahirkan anak, pada waktu dia ada di rumah itu.
3:18 Kemudian pada hari ketiga sesudah aku, perempuan ini pun melahirkan anak; kami sendirian, tidak ada orang luar bersama-sama kami dalam rumah, hanya kami berdua saja dalam rumah.
3:19 Pada waktu malam anak perempuan ini mati, karena ia menidurinya.
3:20 Pada waktu tengah malam ia bangun, lalu mengambil anakku dari sampingku; sementara hambamu ini tidur, dibaringkannya anakku itu di pangkuannya, sedang anaknya yang mati itu dibaringkannya di pangkuanku.
3:21 Ketika aku bangun pada waktu pagi untuk menyusui anakku, tampaklah anak itu sudah mati, tetapi ketika aku mengamat-amati dia pada waktu pagi itu, tampaklah bukan dia anak yang kulahirkan."
3:22 Kata perempuan yang lain itu: "Bukan! anakkulah yang hidup dan anakmulah yang mati." Tetapi perempuan yang pertama berkata pula: "Bukan! anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup." Begitulah mereka bertengkar di depan raja.
3:23 Lalu berkatalah raja: "Yang seorang berkata: Anakkulah yang hidup ini dan anakmulah yang mati. Yang lain berkata: Bukan! Anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup."
3:24 Sesudah itu raja berkata: "Ambilkan aku pedang," lalu dibawalah pedang ke depan raja.
3:25 Kata raja: "Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain."
3:26 Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: "Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia." Tetapi yang lain itu berkata: "Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!"
3:27 Tetapi raja menjawab, katanya: "Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia; dia itulah ibunya."
3:28 Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan.

Annanias dan Safira  (Kis 5:1-11)
5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.
5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.
5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
5:8 Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian."
5:9 Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar."
5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.
5:11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

• Adil 
Tingkatan dan artinya
- Egoisme Pribadi : Saya untung maka dinilai adil.
- Egoisme Kelompok: Kelompok saya untung, maka dinilai adil.
- Kelayakan bagi orang lain: Mengutamakan keadilan bagi yang lemah
- Kesamaan derajat: Dapat memahami keadilan karena semua orang sederajat maka bisa berlaku adil bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain
- Hukum: Adil dinilai berdasarkan persamaan hak dan kewajiban setiap orang

• Jujur = Mengatakan/melakukan sesuai kenyataan
Tidak jujur= merupakan opsi bukan aksi
Buah-Buah Kejujuran = Sukacita, kebenaran
Buah Ketidakjujuran = Sengsara, menderita

Senin, 12 Oktober 2020

Materi Kelas 9 "Keluhuran Martabat Manusia"

Keluhuran Martabat Manusia


Arti
Martabat adalah Hak, Harga Diri, Sesuatu hl yang harus dimiliki manusia dengan merujuk pada moral, etika yang berlaku.
Manusia selayaknya saling menghormati, menghargai, memahami kebutuhan dimulai dari dirinya sendiri lalu pada sesama.

Berdasarkan Buku Cetak
-Artikel “ Bunda Teresa “
Ibu para orang miskin dan melarat
Seorang Feminis Imperialis

-Dokumen GS Art 12
Manusia serupa dan segambar dengan Allah
Manusia baik adanya

-Injil Lukas 19: 1-10
Yesus mengangkat martabat orang berdosa
Lewat sapaan dan kasih

Kenyataan yang ada di dunia sekarang yaitu:
1. Memandang sesama dari “casing” saja.
2. Berbuat semena-mena
3. Merasa Hebat
4. Kontak fisik (memukul dll)
5. Perlakuan negatif (penculikan, pembunuhan dll)

Yang harus kita lakukan
1. Menghargai hidup (merawat tubuh)
2. Melihat orang dengan mengenal dahulu
3. Bergaul tanpa pilih-pilih
4. Membela yang teraniaya
5. Membantu fakir miskin

Istilah dalam artikel
Biarawan/i : Suster, Romo, Uskup
Feminis : Gerakan sosial
Imperialis : Kekuatan/Kekuasaan
Agnostic : Mempercayai adanya Tuhan saja
Diktator : Pemimpin keras kepala

Tidak Ada Tugas.

Senin, 07 September 2020

Materi BAB 1 PAK Kelas 7

Bangga dan Bersyukur Diciptakan Secitra Dengan Allah

Hal Umum yang Harusnya dilakukan Manusia dan selalu berputar porosnya.
-Merenungkan perbuatan
-Bersyukur atas hal yang diterima
-Melakukan perbuatan baik

Lukas 17:11-19
17:11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
17:12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
17:13 dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!"
17:14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
17:15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
17:16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17:17 Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
17:18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"
17:19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."
Bersyukur

Bersyukur menjadi hal yang patut dilakukan setiap pribadi manusia
Bersyukur karena kemampuan
Bersyukur karena keterbatasan
Bersyukur bisa dilakukan dengan banyak wujud:
Berdoa
Bekerja keras
Menolong

Contoh lain
NB.
1. Baca dan catat hal-hal penting.
2. Sebagai tanda kehadiran dan kuis kecil, silahkan mengisi komentar dengan format nama, kelas, tanggal serta 2 rasa syukur dalam hidupmu. (akan saya cek)
Contoh : Luzezita Clarke (7A) (Bersyukur karena bisa bermain gitar dan bersyukur karena diberi orang tua yang sangat perhatian dan peduli).

Materi PAK 6 Kelas IX

Maria Teladan Umat Beriman

Lukas 1:26-38
1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.


Teladan Bunda Maria
• Penyerahan diri secara total yang dilakukan oleh Bunda Maria menjadi contoh dan teladan bagi umat beriman.
• Sikap menerima dan taat melambangkan iman yang kuat
• Lumen Gentium art 56: St Ireneus berkata,” Ikatan yang disebabkan oleh ketidak-taatan Hawa telah diuraikan oleh ketaatan Maria; apa yang diikat oleh Hawa karena tidak percaya, tealh dipelaskan oleh Perawan Maria karena imannya.

Yang perlu dicontoh dari Bunda Maria
1. Sikap rela berkorban
2. Sikap menerima
3. Sikap patuh dan taat
4. Kesetiaan
5. Baik Hati
6. Kerendahan hati
7. Penuh Cinta

Silahkan dibaca dan dicatat hal-hal yang penting.
Sebagai tanda keaktifan dan kuis, silahkan mencari 5 tempat ziarah Bunda Maria di Indonesia.
Formatnya:
Tulis di komentar beserta nama dan kelas.
Contoh: Yohanes Harry (9A) (Gua Maria Padang Bulan Pringsewu dan Gua Maria Sendang Sono Muntilan) dst.

Senin, 24 Agustus 2020

Materi 4 PAK Kelas 9

DASAR PEMBELAJARAN DARI DOKUMEN GEREJA LUMEN GENTIUM DAN DARI KITAB SUCI INJIL MATIUS

Lumen Gentium art 14
Maka terutama kepada umat beriman katoliklah Konsili suci mengarahkan perhatiannya. Berdasarkan Kitab suci dan Tradisi konsili mengajarkan, bahwa Gereja yang sedang mengembara ini perlu untuk keselamatan. Sebab hanya satulah Pengantara dan jalan keselamatan, yakni Kristus. Ia hadir bagi kita dalam tubuh-Nya, yakni Gereja. Dengan jelas-jelas menegaskan perlunya iman dan babtis (lih. Mrk 16:16; Yoh 3:5). 
Kristus sekaligus menegaskan perlunya Gereja, yang dimasuki orang-orang melalui babtis bagaikan pintunya. Maka dari itu andaikata ada orang, yang benar-benar tahu, bahwa Gereja katolik itu didirikan oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai upaya yang perlu, namun tidak mau masuk ke dalamnya atau tetap tinggal di dalamnya, ia tidak dapat diselamatkan.
Dimasukkan sepenuhnya kedalam sertifikat Gereja mereka, yang mempunyai Roh Kristus, menerima baik seluruh tata-susunan Gereja serta semua upaya keselamatan yang diadakan didalamnya, dan dalam himpunannya yang kelihatan digabunggkan dengan Kristus yang membimbingnya melalui Imam Agung dan para uskup, dengan ikatan-ikatan ini, yakni: pengakuan iman, sakramen-sakramen dan kepemimpinan gerejani serta persekutuan. Tetapi tidak diselamatkan orang, yang meskipun termasuk anggota Gereja namun tidak bertambah dalm cinta-kasih; jadi yang dengan badan memang berada dalam pangkuan Gereja, melainkan tidak dengan hatinya. 
Pun hendaklah semua Putera Gereja menyadari, bahwa mereka menikmati keadaan yang istimewa itu bukan karena jasa-jasa mereka sendiri, melainkan berkat rahmat Kristus yang istimewa pula. Dan bila mereka tidak menanggapi rahmat itu dengan pikiran, perkataan dan perbuatan, mereka bukan saja tidak diselamatkan, malahan akan diadili lebih keras( ). Para calon babtis, yang karena dorongan Roh Kudus dengan jelas meminta supaya dimasukkan kedalam Gereja, karena kemauan itu sendiri sudah tergabung padanya. Bunda Gereja sudah memeluk mereka sebagai putera-puteranya dengan cinta kasih dan perhatiannya.

Injil Matius 7:21-24
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu

Pengertian
Kritiani menurut KBBI
Kristiani artinya bersifat (berciri) Kristen/Katolik

Beriman Kristiani
Adanya persekutuan mendalam dengan Alllah, artinya manusia begitu dekat dengan Allah disetiap waktu tanpa adanya alasan menyimpang dari pada jalan-Nya.

Unsur Umat Kristiani

1.Yesus Kristus Sumber Iman Kristiani
Yesus adalah pusat hidup beriman umat Kristiani. Mrk 1:1, “Allah menyatakan bahwa Yesus adalah anak-Nya yang terkasih”. 

2. Iman akan Tritunggal Maha Kudus
Doa “Aku Percaya” merupakan Pengakuan iman akan Allah Tritunggal, menjadi sumber kekuatan iman Kristiani. 

3. Mewujudkan Iman Kristiani dalam Hidup sehari-hari
Iman harus diwujudnyatakan sebagai tindak lanjut dalam mengembangkan iman.

Aspek Hidup Beriman Kristiani
1.Pengalaman Religius
Manusia sungguh menghayati karya dan kebaikan Allah melalui Yesus Kristus
2. Penyerahan Iman
Berserah diri serta menerima sapaan Allah
3. Pengetahuan Iman
Terus-menerus  belajar demi mempertanggungjawabkan imannya

Tugas
1. Catat hal-hal penting.
2. Mencari dan menemukan:
-Cari dan temukan Kisah hidup 1 Tokoh Gereja 
-Buka dan searching di Google 1 Tokoh Gereja
a. Tuliskan riwayat keluarganya.
b. Tuliskan perbuatan-perbuatan baik / mulianya.
c. Tuliskan riwayat pendidikannya.
d. Tuliskan yang dilakukannya sampai wafat.
e. Kesimpulan tentang hal positif tokoh tersebut yang bisa menjadi teladan di kehidupan.
-Contoh : Bunda Teresa, Paus Yohanes Paulus 2, Santo-Santa Pelindung, Misionaris.
3. Pengerjaan dalam bentuk PPT dan saat ulangan harian yang akan datang akan dikumpulkan dan dipresentasikan. (Wakti Ulangan akan diinfokan selanjutnya)

Kamis, 06 Agustus 2020

Materi Keselamatan dan Beriman Kelas 9

Beriman sebagai tanggapan akan karya keselamatan Allah
3 pertanyaan yang sering menjadi dilema yaitu:
Apa itu iman?
Iman harus kepada siapa?
Tujuannya?

Dasarnya dari KS Yakobus 2: 14-26
2:14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
2:15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,
2:16 dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?
2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
2:18 Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."
2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.
2:20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?
2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
2:23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah."
2:24 Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.
2:25 Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?
2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Contoh dalam Hidup Sehari-hari
 

Lalu apa arti BERIMAN?
Latar Belakang
1. Yesus senantiasa menyapa manusia lewat berbagai macam peristiwa. Entah sabda atau tindakan sehari-hari
2. Manusia menanggapi sapaan Allah juga dengan berbagai macam peristiwa.
Wahyu = Sapaan/panggilan dari Allah
Iman = Tanggapan manusia akan sapaan Allah

Makna Hidup Beriman

a. Percaya dan melakukan yang dipercayai
b. Menyerahkan diri seutuhnya pada Allah
c. Penyerahan diri secara total = yakin dan percaya Allah menyelamatkan
d. Penyerahan diri = tidak ragu, tidak memaksakan

Iman merupakan relasi manusia dan Allah, maka jawaban/tanggapan manusia harus benar-benar dihayati dan dilakukan = Berbuat baik dan benar.

Agama, ibadat, iman = menyelamatkan dan membahagiakan.

----‐-----------------Terimakasih-------------------

Sebagai bentuk kehadiran dan telah mengikuti pembelajaran pada materi ini, silahkan:
1. Absen di link yang sudah dibagi.
2. Catat hal yang menurutmu penting.
3. Tulis dalam komen : nama - kelas - 1 poin penting.

Materi Kelas 7

Tugasku sebagai Citra Allah
Dasar KS : Kejadian 1:26-30
1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
1:29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.

Apa artinya?
●Tugas = suatu kegiatan yang harus dilakukan setiap pribadi sebagai wujud tanggung jawab sebagai citra Allah.
●Kenyataannya para remaja masih lalai dan tidak paham akan tugasnya sebagai citra Allah
●Manusia , khususnya para remaja harus berani menerima dan melaksanakan tuganya sebagai citra Allah.
●Tugas manusia menurut Kej 1:26-30
- Beranakcucu dan bertambah banyak
- Memenuhi bumi dan menaklukannya        
- Meluhurkan Allah
- Menjadi tuan atas ciptaan Allah lainnya

Lalu apa Tugasku?
▪︎Menguasai diartikan secara positif yaitu terlibat dalam karya penyelamatan Allah
▪︎Harus bertanggungjawab dan peduli.
●Laudato Si (Ensiklik Paus Fransiskus)
Bentuk tanggungjawab yaitu terlibat dalam gerakan peduli dan cinta lingkungan Hidup
●LS art 84 dan 85
Pertobatan utuh hubungan manusia dan lingkungan
Hubungan manusia dan alam dan tugasnya 

Sebagai bentuk kehadiran dan telah mengikuti pembelajaran pada materi ini, silahkan:
1. Absensi di link yang dishare di grup.
2. Catat hal yang menurutmu penting.
3. Isi dalam kolom komentar dengan format : nama - kelas - 1 kalimat poin penting.




Jumat, 17 Juli 2020

Materi Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 7 Semester I SMP Xaverius 4 Bandar Lampung

Cuplikan pengantar klik disini

Langkah-langkah pembelajaran : (Mohon diperhatikan ya)

1. Isilah presensi (absensi) kelas 7 Pendidikan Agama Katolik melalui link : https://bit.ly/presensi_PAK7

2. Catatlah catatan/ materi yang tertera pada blog ini di buku catatan anak-anak.

3. Kerjakan latihan soal jika ada soal yang tertera pada blog ini di buku latihan anak-anak.

4. Hasil catatan dan latihan soal silakan di foto dan di upload ke Google Clasroom masing-masing sesuai kelas.

5. Jika ada pertanyaan penjelasan materi dan cara mengerjakan soal, maka bisa melalui Google Classroom di kelas masing-masing,

Dibawah ini ulasan materi semester ini.

Rabu, 15 Juli 2020

Materi Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 9 Semester I SMP Xaverius 4 Bandar Lampung

Cuplikan pengantar Klik disini

Langkah-langkah pembelajaran : (Mohon diperhatikan ya)

1. Isilah presensi (absensi) kelas 9 Pendidikan Agama Katolik melalui link : https://bit.ly/presensi_PAK9

2. Catatlah catatan/ materi yang tertera pada blog ini di buku catatan anak-anak.

3. Kerjakan latihan soal jika ada soal yang tertera pada blog ini di buku latihan anak-anak.

4. Hasil catatan dan latihan soal silakan di foto dan di upload ke Google Clasroom masing-masing sesuai kelas.

5. Jika ada pertanyaan penjelasan materi dan cara mengerjakan soal, maka bisa melalui Google Classroom di kelas masing-masing.

Dibawah ini ulasan materi semester ini.

Jumat, 20 Maret 2020

Bahan APP BIR Keuskupan Tanjung Karang 2020

Pertemuan I
“Bumi adalah Titipan Tuhan”
(Imamat 25:23-28. 35-38)

Tujuan
1. Anak Remaja Katolik semakin terbuka dan mengerti akan nilai-nilai Kitab Suci
2. Anak Remaja Katolik sebagai pribadi beriman semakin menyadari bahwa bumi adalah titipan Tuhan, yang harus dijaga, dirawat, dan dilentarikan
3. Anak Remaja Katolik semakin bersyukur bahwa Allah menganugerahkan kehidupan kepada alam semesta
Nyanyian Pembuka PS No. 707 

Tanda Salib
P : Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U : Amin
P : Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dalam persekutuan Roh Kudus berserta kita
U : Amin

Pengantar
Dalam Kitab Imamat ditegaskan, “Tanah jangan djual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagiKu” (Im 25: 23). Kita semua adalah orang-orang yang menerima anugerah dari Tuhan dalam rupa, tanah atau bumi tempat dimana kita tinggal sekarang ini.
"LAUDATO SI', mi' Signore",    "Terpujilah Engkau, Tuhanku". Dalam nyanyian yang indah ini, Santo Fransiskus dari Asisi mengingatkan kita bahwa rumah kita bersama bagaikan saudari yang berbagi hidup dengan kita, dan seperti ibu yang jelita yang menyambut kita dengan tangan terbuka. "Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudari kami, Ibu Pertiwi, yang menopang dan mengasuh kami, dan menumbuhkan berbagai buah-buahan, beserta bunga warna-warni dan rerumputan”.
Saudari ini sekarang menjerit karena segala kerusakan yang telah kita timpakan  padanya, karena tanpa tanggung jawab kita menggunakan dan menyalahgunakan kekayaan yang telah diletakkan Allah di dalamnya. Kita bahkan berpikir bahwa kitalah pemilik dan penguasanya yang berhak untuk menjarahnya. Kekerasan yang ada dalam hati kita yang terluka oleh dosa, tercermin dalam gejala-gejala penyakit yang kita lihat pada tanah, air, udara dan pada semua bentuk kehidupan. Oleh karena itu bumi, terbebani dan hancur, termasuk kaum miskin yang paling ditinggalkan dan dilecehkan oleh kita. Ia "mengeluh dalam rasa sakit bersalin” (Roma 8:22). Kita lupa bahwa kita sendiri dibentuk dari debu tanah (Kej 2:7); tubuh kita  tersusun dari partikel-partikel bumi, kita menghirup udaranya dan dihidupkan serta disegarkan oleh airnya. 
Mulai hari ini, kita akan memaknai Masa Tobat kita, Masa Prapaskah dengan merenungkan Tema besar, “Bumi Sumber Kehidupan”. Pada pertemuan Prapaskah I ini, kita hendak membagikan pengalaman hidup kita akan titipan Tuhan, yakni Bumi dimana kita tinggal.
Melalui Sabda Tuhan dari Kitab Imamat, kita akan memaknai Bumi sebagai Titipan Tuhan. Oleh karena itu, supaya kita layak dan pantas meneruskan ibadat kita, kita siapkan hati, budi dan pikiran kita.
... (Saat Hening) ...
Doa Pembuka 
Ya Allah Bapa kami sumber cinta kasih, Engkau telah menciptakan bumi yang subur tempat kami hidup. Engkau menghimpun kami menjadi satu keluarga yakni keluarga-Mu sendiri. Engkau menganugerahkan hidup kepada manusia, sekaligus melengkapi hidup manusia dengan ciptaan lain yang menopang, menunjang dan mempertahankan hidupnya. 
Sudilah Engkau memberkati semua orang yang berusaha memperbaiki tatanan masyarakat, yang mengangkat dan memperhatikan harkat dan martabat manusia. Hidup secara manusiawi yang merupakan hak paling asasi, karena diatas hak itulah hak-hak asasi lainnya dapat tegak berdiri, diperjuangkan dan diwujudkan. 
Ajarilah kami untuk mengenal kehendak-Mu dan melaksanakannya dengan sepenuh hati, di tengah keluarga, masyarakat dan dimanapun kami berada. Engkau kami puji dan kami muliakan kini dan sepanjang segala masa. Amin. 

Bacaan : Imamat 25:23-28. 35-38

Lagu Antar Bacaan PS no. 699

Pendalaman dan Refeksi
1. Bagaimana situasi hidup orang miskin dan menderita di lingkungan sekitarmu?
2. Sebagai orang beriman, bagaimana sikapku terhadap orang miskin dan menderita?
3. Apa usahaku untuk mengentaskan kemiskinan yang terjadi di lingkungan tempat tinggal ku?
4. Bagaimana mewujudkan prioritas utama dalam ekonomi sehingga masyarakat mengalami kebutuhan yang cukup?
5. Bagaimana usahaku mengajak masyarakat agar mempunyai daya tahan dan daya juang dalam prinsip keadilan? 

Peneguhan
1. Dalam Kitab Suci, sumber hak hidup ekonomi utama masyarakat adalah tanah. Tema-tema moral sosial dalam Perjanjian Lama selalu dihubungkan dengan ekonomi berbasis tanah (sumber ekonomi), seperti peduli pada orang miskin (Bdk. Kel 23:6; Ul 15:7-11), perhatian pada orang asing (Bdk. Kel 21:21-24), kepada janda dan yatim piatu (Bdk. Ul 24:19-22) serta lingkungan hidup (Bdk. Im 25:8-55). 
2. Demikian juga dalam pewartaan para Nabi, tema keadilan ekonomi terkait dengan komoditi hasil bumi objek transaksi di pasar, yang berujung pada ketidakadilan, pemerasan dan penindasan. Inilah dasar dari pengaturan tahun Yubileum di mana korban kejahatan sosial dan ekologis mesti dihapuskan. Utang dihapus dan tanah diistirahatkan agar terpulihkan dari eksploitasi manusia.
3. Tanah adalah milik Allah. Dari tanah yang satu dan sama itu warga Israel harus dapat hidup. Tidak diperkenankan ada orang miskin di tanah yang diberikan Tuhan itu (Bdk. Im 25:25.35). 
4. Masyarakat Israel memiliki tradisi berbagi hasil ladang waktu panen dengan sesama, terutama mereka yang miskin dan kelaparan. Maksudnya adalah supaya semua manusia yang hidup di atas tanah terjanji dapat hidup (Bdk. Rut 2-3). Kemiskinan adalah aib di atas tanah yang diberikan Tuhan, yang berlimpahkan susu dan madunya.
5. Hidup secara manusiawi adalah hak yang paling asasi, karena di atas hak itulah hak-hak asasi lainnya dapat tegak berdiri, diperjuangkan dan diwujudkan. Kehidupan manusia adalah sesuatu yang diterima, sebagai anugerah. 
6. Allah Pemberi kehidupan menopang kehidupan manusia dengan pelbagai ciptaan lain, yang mengitari kehidupan manusia. Allah menganugerahkan hidup kepada manusia, sekaligus melengkapi hidup manusia dengan ciptaan lain yang menopang, menunjang dan mempertahankan hidupnya. Atas dasar itu, maka prioritas utama dalam ekonomi adalah kehidupan manusia. Bukan hanya segelintir atau sebagian besar, tetapi semua manusia, siapapun dia. Dia berhak atas akses terhadap sumber-sumber hidup atau sumber-sumber ekonomi dan hak itu harus dijamin dan dipertahankan di atas prinsip keadilan.

Doa syukur dan permohonan
Pendamping memilih 5 orang remaja untuk menyampaikan doa:
1. Bagi Gereja 
2. Bagi perdamaian dunia
3. Bagi tanah air kita
4. Bagi orang-orang yang menderita
5. Bagi kita semua

Bapa Kami
Marilah kita satukan doa-doa kita dengan doa yang diajarkan Kristus kepada kita. Bapa Kami...

Aksi Derma
Pendamping memberikan kesempatan kepada peserta untuk memberi derma dengan diiringi lagu : 

2D2K
Aku anak missioner setia ikut Yesus
Meski banyak rintangan kujalani terus
Doa, derma, korba, kesaksian tak pernah kutinggalkan
Jadi saksi tentang Yesus bagi semua orang.

2D2K itu semangat kita 
doa, derma, kurban, kesaksian
Kita lakukan dengan gembira, demi cinta kepada Tuhan
Kita lakukan dengan gembira, wujudkan cinta kepada Tuhan.

Doa Penutup
Tuhan Allah Bapa  yang Mahabaik, kembali kami bersyukur kepada-Mu atas rahmat penyelenggaraan hidup yang Kau berikan kepada kami masing-masing. Allah Pemberi kehidupan menopang kehidupan manusia dengan pelbagai ciptaan lain, yang mengitari kehidupan manusia. Allah menganugerahkan hidup kepada manusia, sekaligus melengkapi hidup manusia dengan ciptaan lain yang menopang, menunjang dan mempertahankan hidupnya. 
Ditengah-tengah kami banyak sekali orang menderita. Mereka sangat membutuhkan uluran kasih dari sesamanya. Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan manusia terutama yang miskin dan terlantar adalah kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan murid-murid Kristus pula. Oleh karena itu ketuklah mata hati kami untuk empati dan berbela rasa  terhadap mereka. 
Semoga kami memiliki kepedulian dan kasih kepada sesama yang menderita. Ajarilah kami untuk berbagi, berkati segala niat-niat dan rencana aksi kami untuk mereka, sebagai wujud solidaritas kami kepada mereka. Ingatkan kami untuk senantiasa berbagi hidup dengan mereka dan menyadarkan bahwa kami sungguh bergantung pada-Mu. Engkau kami puji dan kami muliakan kini dan sepanjang segala masa. Amin.

 Berkat Penutup
P. Marilah kita mengakhiri ibadat ini dengan mohon berkat Tuhan.
Tuhan beserta kita
U. Sekarang dan selama-lamanya 
P. Kita sekalian senantiasa dilindungi, dibimbing dan dilimpahi berkat allah yang Mahakuasa, Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U. Amin

Lagu Penutup PS no. 663 

Pertemuan 2
Ekonomi Yang Bermartabat
Tujuan: 
Peserta mampu menjadi  pelaku ekonomi yang bermartabat dalam hidup setiap hari.

Pikiran dasar :
Ketidakadilan kepemilikan sumber-sumber ekonomi saat ini kembali menguat dalam bentuk baru feodalisme, yakni kepemilikan lahan-lahan luas oleh korporasi yang mengeksplotasi tanah baik untuk usaha-usaha produktif monokultur maupun usaha-usaha ekstratif seperti tambang. Fakta-fakta ini menegaskan bahwa memang tidak ada keadilan dalam hal akses terhadap sumber-sumber ekonomi. Baik pada zaman feodalisme maupun pada zaman korporatisme (liberalism – kapitalis) ketidakadilan dalam kepemilikan dan penguasaan sumber-sumber ekonomi tetap berlangsung bahkan semakin parah.
Gereja juga mengingatkan bahwa pengembangan ekonomi tidak dapat direduksi hanya pada peningkatan produksi, profit, penguasaan (monopoli). Manusia sebagai pusat dan tujuan kemajuan ekonomi tidak bisa dan tidak boleh diganti oleh profit, penguasaan, peningkatan modal, apalagi dikorbankan demi profit, akumulasi atau penguasaan sumber ekonomi. “Manusialah yang menjadi pencipta, pusat dan tujuan seluruh kehidupan sosial ekonomi” (GS 63). Manusia, siapa pun dia harus diprioritaskan. Sesungguhnya ekonomi bukan segala-galanya dalam pembangunan, melainkan manusia dalam keutuhannya (Bdk. CA 29; SRS 27-28; PP 43-44). Ini berarti bahwa setiap upaya atau usaha ekonomi harus bermuara pada kesejahteraan semua manusia. Hal ini sesuai dengan pemahaman Gereja tentang kesejahteraan umum (Bdk. GS 64; GS 26).
Pencapaian kesejahteraan umum, sebagai tujuan pokok usaha ekonomi menjadikan usaha membangun ekonomi itu bermartabat, dalam dua arti. Pertama, usaha tersebut tertuju kepada kepentingan hidup manusia. Upaya ekonomi menjadi bermartabat (selaras etika-moral) ketika diabdikan demi kepentingan manusiawi. Usaha ekonomi ada demi manusia agar manusia dapat hidup secara manusiawi. Kedua, usaha itu bermartabat jika manusia itu sendiri menjadi pelakunya. Hal itu merupakan manifestasi kebebasan dan otonomi manusia. Manusia seyogyanya secara mandiri dan bebas mengupayakan kesejahteraan hidupnya sendiri atau hidup bersama. Dalam rangka itu pemangku kekuasaan dalam masyarakat (baca pemerintah) berperan sebagai fasilitator atau administrato demi memastikan bahwa hak atas akses usaha ekonomi terjamin secara adil bagi setiap orang dan semua orang.
Fenomena lain yang mengancam otonomi bahkan hak-hak ekonomi masyarakat adalah intervensi korporasi dalam upaya-upaya ekonomi suatu masyarakat. Sebagai badan usaha, orientasi usaha korporasi adalah profit. Korporasi bukan lembaga sosial atau bukan perpanjangan tangan kekuasaan yang wajib menjamin kesejahteraan masyarakat. Intervensi korporasi dalam usaha ekonomi tentu juga tidak bisa diingkari. Korporasi dalam banyak hal justru dapat menjadi partner pengembangan ekonomi. Namun kenyataan tak seindah regulasi atau patokan normative. Dalam banyak kasus di Negara kita, masyarakat justru kehilangan haknya atas sumber-sumber ekonomi karena intervensi atau monopoli sumber-sumber ekonomi oleh korporasi. Tak heran jika dalam kenyataannya, sumber ekonomi berupa tanah dan lingkungan alam terkuasi oleh korporasi sehingga masyarakat kehilangan hak-haknya atas sumber ekonomi. Mereka bahkan tersingkirkan dan tak dapat membela diri, apalagi pemangku kekuasaan tidak menjalankan peran mediator yang adil (GS 70).
Dalam arti itu maka mengupayakan ekonomi bermartabat, mustahil terwujud tanpa penegakan hukum untuk menjamin hak-hak ekonomi masyarakat dan pencegahan pencaplokan, penguasaan atau monopoli sumber-sumber ekonomi oleh para pemodal. Negara seharusnya hadir secara efektif menjamin keadilan dan menegakkan hukum yang berpihak pada keadilan dan kebenaran. Hak-hak masyarakat tidak dirampas, sebaliknya diperkuat dan difasilitasi agar masyarakat lebih mudah dan adil mengupayakan kesejahteraannya sendiri.

Sumber bahan:
1. Dokumen Konsili Vatikan II GS 63, GS 64; GS 26,  GS 70 .
2. Kitab Yehezkiel 34:23-31

Metode: Kateketis

Sarana: LCD, Laptop, potongan kertas warna-warni/warna putih saja, kertas flap/manila.

Durasi : 90 menit

Prakondisi 
Kita bangun suka cita bersama dalam pertemuan kita yang kedua ini. Kita awali pertemuan kita hari ini dengan Gerak dan Lagu “Kucinta Kluarga Tuhan.”
KUCINTA KELUARGA TUHAN
Kucinta keluarga Tuhan
Terjalin mesra sekali
Semua saling mengasihi
Betapa senang kumenjadi
Keluarganya Tuhan

Doa Pembuka
Allah Bapa Maha baik, Puji syukur kami haturkan kepada-Mu atas kelimpahan berkat-Mu dalam hidup kami sampai saat ini. Engkau telah mengumpulkan kami di tempat ini. Berkatilah agar kami Engkau mampukan untuk selalu mengucap syukur atas kasih karunia-Mu dalam keluarga kami dengan rahmat kesehatan, kesejahteraan dan kegembiraan. Ajarilah kami menjadi pelaku “Ekonomi yang Bermartabat” mensyukuri pemberian-Mu, rela berbagi dan menghargai siapa saja yang bekerja sama dengan keluarga kami sehingga kasih-Mu semakin meraja dalam hidup kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

Pengantar
Anak-anak yang terkasih, kita berjumpa kembali dalam pendalaman APP untuk Remaja pada pertemuan yang kedua. Pada pertemuan pertama kita mendalami sub tema “Bumi adalah Titipan Tuhan”. Bumi yang kita tinggali ini dititipkan Tuhan untuk kita, Tuhan mengajak kita, anak-anak remaja sebagai citra Allah untuk menjadi rekan kerja Allah memelihara bumi ini agar selalu nyaman ditinggali oleh siapapun. Pada pertemuan yang kedua ini dengan sub tema “Ekonomi yang Bermartabat” berdasarkan  Kitab Yeh 34:23-31. Kita akan belajar dari Daud bagaimana menjadi pelaku “Ekonomi yang Bermatbat” seperti yang dilakukan oleh Daud, hamba Tuhan, yang diberi tugas oleh Allah untuk menjadi penggembala. Kita akan membangun kesadaran bersama bahwa Manusialah yang menjadi pencipta, pusat dan tujuan seluruh kehidupan sosial ekonomi” (GS 63) ini berarti bahwa setiap upaya atau usaha ekonomi harus bermuara pada kesejahteraan semua manusia. (Bdk. GS 64; GS 26). Maka marilah kita mohon rahmat Tuhan dalam pertemuan kedua ini.

Materi
a. Pengalaman  pribadi  peserta tentang “Ekonomi yang Bermartabat” sebatas pengalaman peserta.
b. Sikap dan berbagai tindakan yang perlu dilakukan sebagai wujud tanggung jawab dalam mewujudkan Eknomi yang bermartabat seperti yang dilakukan oleh Daud. (Yeh 34:23-31)
c. Pandangan Gereja dalam Domumen Konsili Vatikan II yang berisi tentang “Ekonomi yang Bermartabat” berdasarkan Dokumen Konsili Vatikan II GS 63, GS 64; GS 26,  GS 70.

Langkah-langkah pendalaman materi:
a) Pendamping menggali pengalaman peserta tentang “Ekonomi yang Bermartabat” sebatas pengalaman peserta. Pendamping memberikan kesempatan kepada peserta untuk mensharingkan pengalamannya.
b) Pendamping  memberi kesempatan kepada salah satu peserta untuk membaca kitab Yeh 34:23-31.

Lagu Tanggapan Sabda: Lagu “Sabda-Mu Bapa bagai Air Segar” 

Sharing Kelompok.
Pendamping memandu peserta untuk mendalami Kitab Yeh 34:23-31 dengan panduan pertanyaan sebagai berikut:
• Tugas apa  saja yang diberikan Tuhan kepada Daud?
• Buatlah analisa bersama teman di kelompokmu, perjanjian apa saja yang diberikan Tuhan kepada Daud?
• Berdasarkan Kitab Yeh 34:23-31, Tuhan sudah memenuhi janji-Nya, Ia menganugerahkan begitu rupa untuk manusia. Tindakan konkrit apa saja yang dapat kalian lakukan agar perjanjian damai  di bumi ini antara Tuhan dan Daud tetap terlaksana sampai sekarang!
Pendamping memberi kesempatan kepada wakil kelompok mempresentasikan hasil sharingnya.
Pendamping memberi peneguhan melalui ulasan.

Ulasan
“Aku akan mengangkat satu orang gembala atas mereka, yang akan menggembalakannya, yaitu Daud, hamba-Ku; dia akan menggembalakan mereka, dan menjadi gembalanya.” (Yeh. 34:23). Daud yang diangkat Tuhan sebagai Gembala dan Penguasa, dia akan memberi makan domba Allah dan  ”menjadi pemimpin mereka”.
Tuhan pun ”mengadakan perjanjian damai” dengan domba-Nya. Dan, ”berkat akan tercurah [atas mereka] seperti hujan”. Mereka akan hidup tenang, makmur, dan bahagia. Bahkan, manusia tidak hanya akan hidup damai dengan sesama manusia. Dengan binatang pun mereka akan hidup damai! (bdk. Yeh. 34:25-28) 

Bagaimana kata-kata Yehezkiel tentang ”perjanjian damai” dan ’berkat yang tercurah’ menjadi kenyataan di masa depan? Dalam dunia baru nanti, umat Allah di bumi yang menjalankan ibadah yang murni akan benar-benar menikmati manfaat ”perjanjian damai” itu. Saat seluruh bumi menjadi firdaus, umat Allah yang setia tidak akan lagi terancam oleh perang, kejahatan, kelaparan, penyakit, atau binatang buas. (Yes. 11:6-9; 35:5, 6; 65:21-23) Kita bersyukur karena punya harapan untuk hidup abadi di bumi nanti, saat domba-domba Allah ”tinggal dengan aman” tanpa rasa takut? Yeh. 34:28.
Maka kita sebagai remaja dipanggil oleh Allah untuk ikut mewujudkan “Ekonomi yang Bermartabat” dengan selalu bersyukur atas kasih karunia dan rejeki serta kesejahteraan yang Allah anugerahkan, rela berbagi dengan gembira dan murah hati agar tak satu pun orang disekitar kita yang kekuarangan sementara kita berkelimpahan, mengambil makan secukupnya agar kita tidak membuang makanan sebagai bentuk syukur dan solider pada sesama yang kekuarangan, bersikap ramah, lembut dan sopan kepada orang-orang yang bekerja sama dengan kita entah itu sopir, pekerja rumah tangga, teman-teman yang membutuhkan pertolongan atau siapa saja yang kita jumpai.

Gereja mengingatkan kita bahwa “Manusialah yang menjadi pencipta, pusat dan tujuan seluruh kehidupan sosial ekonomi” (GS 63). Manusia, siapa pun dia harus diprioritaskan. Sesungguhnya ekonomi bukan segala-galanya dalam pembangunan, melainkan manusia dalam keutuhannya (Bdk. CA 29; SRS 27 – 28; PP 43 – 44). Ini berarti bahwa setiap upaya atau usaha ekonomi harus bermuara pada kesejahteraan semua manusia. Hal ini sesuai dengan pemahaman Gereja tentang kesejahteraan umum (Bdk. GS 64; GS 26).

Aktivitas
Langkah aktivitas : Pendamping memberikan kesempatan kepada peserta untuk: 
1. Menulis niat konkrit yang akan dilakukan sebagai bentuk rekonsiliasi yang mengembangkan iman dan  pribadinya sebagai  remaja katolik dalam upaya mewujudkan “Ekonomi yang Bermartabat”.
2. Membaca niat konkrit yang akan dilakukan yang mengembangkan iman dan  pribadinya sebagai  remaja katolik dalam upaya mewujudkan “Ekonomi yang Bermartabat” yang telah mereka tulis. 
3. Kemudian ditempel di kertas manila yang telah disediakan pendamping. Tempelan niat bisa berbentuk hati atau bunga atau bentuk lain supaya menarik dan menjadi niat pribadi dalam kebersamaan yang akan diwujudkan.

Refleksi/Penegasan
Keluhuran martabat manusia sebagai citra Allah pada masa sekarang ini telah tercabik-cabik oleh berbagai macam sikap dan tindakan manusia sendiri. Dalam banyak kasus keluhuran martabat manusia tidak lagi dihargai. Manusia sering dinilai dengan ukuran yang sangat meteriel duniawi. Manusia dipandang sebagai manusia bermartabat bila memiliki harta kekayaan, kedudukan dan kuasa. Di hadapan Allah manusia yang bermartbat adalah manusia yang hidup-Nya sesuai dengan citra Allah yang penuh kasih, memberlakukan sesama juga dengan penuh kasih, hormat dan penghargaan sebagai manusia yang secitra dengan Allah. Demikian juga penyelenggraan “Ekonomi tak lagi Bermartabat”, perampasan hak-hak rakyat kecil yang tak berdaya pun terjadi. Kebiasaan membuang makanan menjadi hal yang biasa, berlaku kasar, tidak adil, bully dan sikap tidak sopan terhadap orang lain seperti bukan dosa lagi.

Pencapaian kesejahteraan umum, sebagai tujuan pokok usaha ekonomi menjadikan usaha membangun ekonomi itu bermartabat, dalam dua arti. Pertama, usaha tersebut tertuju kepada kepentingan hidup manusia. Upaya ekonomi menjadi bermartabat (selaras etika-moral) ketika diabdikan demi kepentingan manusiawi. Usaha ekonomi ada demi manusia agar manusia dapat hidup secara manusiawi. Kedua, usaha itu bermartabat jika manusia itu sendiri menjadi pelakunya. Hal itu merupakan manifestasi kebebasan dan otonomi manusia. Manusia seyogyanya secara mandiri dan bebas mengupayakan kesejahteraan hidupnya sendiri atau hidup bersama.

Kita dipanggil oleh Allah untuk ikut mewujudkan “Ekonomi yang Bermartabat” dengan selalu bersyukur atas kasih karunia dan rejeki serta kesejahteraan yang Allah anugerahkan, rela berbagi dengan gembira dan murah hati agar tak satu pun orang disekitar kita yang kekuarangan sementara kita berkelimpahan, mengambil makan secukupnya agar kita tidak membuang makanan sebagai bentuk syukur dan solider pada sesama yang kekuarangan, bersikap ramah, lembut dan sopan kepada orang-orang yang bekerja sama dengan kita entah itu sopir, pekerja rumah tangga, teman-teman yang membutuhkan pertolongan atau siapa saja yang kita jumpai.

Doa Syukur/Permohonan
P: Marilah kita memanjatkan doa kepada Allah Bapa dengan pengantaraan Yesus Kristus, yang senantiasa mengupayakan penghargaan terhadap martabat manusia..
L: Semoga Bapa menerangi para pejabat Gereja agar pernyataan-pernyataan dan keputusan-keputusan mereka menunjang terwujudnya “Ekonomi yang Bermartabat” untuk kebahagiaan dunia dimana cahaya Kristus memancarkan kasih-Nya. Marilah kita mohon...
L:Berkatilah para remaja  kristiani dimanapun berada, mampukanlah para remaja untuk peduli pada sesama yang membutuhkan, tumbuhkanlah kerelaan untuk berbagi dan bersikap santun pada sesama. Marilah kita mohon ….
L:Semoga di keluarga kami masing-masing tumbuh semangat saling mengasihi dan menhargai. Marilah kita mohon …..
L:Berkatilah para remaja, semoga para remaja senantiasa bersemangat untuk mempersiapkan masa depannya sebagai generasi Gereja, bangsa dan Negara yang didasari oleh iman yang kuat dan tangguh. Marilah kita mohon ….
I:Allah Bapa yang Maha Pengasih, dengarkanlah doa-doa kami agar kami sanggup membawa cahaya Kristus di dunia. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin. 

Doa Bapa Kami

Aksi Derma
Pendamping memberikan kesempatan kepada peserta untuk memberi derma diiringi lagu 
2D2K SEMANGAT KITA
Aku anak, misioner setia ikut Yesus. 
Meski banyak rintangan kujalani terus, 
doa derma, kurban, kesaksian tak pernah kutinggalkan. 
Jadi saksi tentang Yesus bagi semua orang. 
Jadi saksi tentang Yesus bagi semua orang. 
2D2K itu semangat kita. 
doa, derma, kurban, kesaksian.
Kita lakukan dengan gembira, demi cinta kepada Tuhan. 
Kita lakukan dngan gembira wujudkan cinta pada sesama.
Perutusan Misioner
Pendamping memotivasi  peserta supaya mewujudkan satu tindakan konkrit yang telah ditulis dalam kegiatan aktivitas. Dan mensharingkan tindakan konkritnya di awal pertemuan yang ketiga.
Contoh: Selalu bersyukur atas kasih karunia dan rejeki serta kesejahteraan yang Allah anugerahkan, rela berbagi dengan gembira dan murah hati kepada teman/orang-orang disekitar kita yang membutuhkan, mengambil makan secukupnya agar kita tidak membuang makanan sebagai bentuk syukur dan solider pada sesama yang kekuarangan, bersikap ramah, lembut dan sopan kepada orang-orang yang bekerja sama dengan keluarga kita entah itu sopir, pekerja rumah tangga, teman-teman yang membutuhkan pertolongan atau siapa saja yang kita jumpai. Atau bisa juga melakukan baksos di Panti Asihuan, Panti Jompo atau berbagi makanan di jalan bagi tukang becak dan pemulung.

Doa Penutup
Allah Bapa yang Mahabaik, kami bersyukur karena kasih-Mu yang senantiasa menyertai kami. Kasih-Mu juga kami rasakan melalui keluarga kami, terutama melalui orang tua kami. Mereka dengan penuh cinta memberikan yang terbaik untuk kami. Bantulah kami, agar kami mampu menjadi pelaku ekonomi yang bermartabat, selalu bersyukur atas anugerah-Mu, semakin peduli, rela berbagi, bersikap sopan dan menghargai sesama serta tidak hanya mengagung-agungkan harta duniawi. Anugerahilah kami dengan terang Roh Kudus-Mu, agar kami dapat mempersiapkan masa depan kami yang telah Engkau rencanakan  untuk kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Pengumuman
Pendamping bisa memberi pengumuman yang diperlukan.

Penutup
Marilah kita akhiri pertemua ini dengan lagu.  “2D2K SEMANGAT KITA”
Pertemuan 3
Tuhan Mengasihi Manusia tanpa syarat

Tujuan:
1. Anak berani dan bersukacita dalam mengikuti aktivitas yang diberikan
2. Anak mampu mendoakan dan mengampuni orang yang berbuat jahat kepada kita
3. Anak rajin membaca kitab suci

Pikiran Dasar: 
Yesus mengajarkan untuk mengasihi musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena Yesus juga mengasihi kita semua manusia baik itu orang jahat maupun orang yang baik.

Metode: Bermain dan bercerita

Sarana: karton, pensil, gunting, spidol, permainan

Durasi: 1 jam

Prakondisi
Pendamping menyapa dan memberi salam kepada adik-adik semua tanpa terkecuali, mengatur posisi duduk dan mengajak adik-adik untuk mengawali pertemuan dengan bernyanyi, bergerak, bertepuk untuk menciptakan suasana riang serta gembira.
(Lagu dan tepuk bisa diganti atau pendamping membuat kreasi tepuk sendiri)

Pujian dan sukacita
Adik-adik diajak menyanyikan lagu “Yesus Cinta Semua Anak” sambil bertepuk tangan dilanjutkan dengan lagu suka cita untuk menciptakan suasana riang dan gembira, juga tepuk semangat dan tepuk suka cita.
(lagu “yesus cinta semua anak”: Yesus cinta semua anak Semua anak di dunia. Kuning, putih dan hitam, Semua dicinta Tuhan,Yesus cinta semua anak di dunia)

Penyembahan
Adik-adik dipersilahkan untuk duduk tenang, membuat lingkaran, mata terpejam, bahu punggung tegak sambil bergandengan tangan. Lalu bersama-sama menyanyikan lagu “kumau cinta yesus selamanya” dengan penuh perasaan dan khidmat. Semua hening dan siap masuk ke dalam suasana doa. Pendamping memimpin doa dan diucap ulang oleh adik-adik.

Doa Pembuka
Diawali dengan tanda salib. Tanda salib dapat dibuat dengan kreativitas menggunakan lagu dan gerakan tangan. Doa dapat dibuat sendiri. 
Contoh doa pembuka:
Bapa yang baik, terima kasih atas berkat dan rahmat-Mu sehingga kami dapat berkumpul di tempat ini. Bapa, kami berkumpul di tempat ini untuk mendengarkan firman-Mu. Berkatilah kami supaya dapat beryukur untuk segala rahmat belas kasih-Mu yang Bapa berikan kepada kami. Dalam nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur. Amin.

Pengantar
- Menyampaikan tema umum APP 2020  
- Menyampaikan tentang tema pertemuan ketiga "Tuhan mengasihi manusia tanpa syarat”

Bacaan Matius 5:44-48

Ulasan
Yesus mengajarkan Kita untuk mengasihi semua orang, baik orang yang jahat maupun orang yang baik. Dan Yesus mengajak kita juga untuk mendoakan musuh-musuh kita. Karna Allah juga mengasihi kita manusia tanpa terkecuali. Jika ada orang yang berbuat jahat kepada kita, kita tidak perlu melakukan hal yang sama yaitu membalas perbuatan jahat juga namun kita berdoa bagi mereka yang berbuat jahat kepada kita Mengasihi dan memberikan pengampunan kepada musuh kita pasti memberikan kedamaian pada diri kita. Sambil berdoa dan percaya Allah ikut mengubah dan menyembuhkan hidupnya.

Aktivitas.

• Games “Engkau mengasihi aku“
 Permainannya yaitu semua orang harus membuat satu lingkaran besar. Dibawah kaki setiap anggota harus diberi tanda bisa dengan lingkaran dari kapur/kertas koran dll. Tanda tersebut adalah rumah mereka yang sewaktu-waktu bisa berganti penghuninya. 
 Cara mainnya yaitu ada satu orang yang tidak memiliki rumah berada di tengah-tengah lingkaran. Tugas dari orang itu adalah mencari rumah. 
 Syarat mencari rumah adalah dengan bertanya kepada salah satu dari mereka "APAKAH ENGKAU MENGASIHIKU?" Jawanbannya adalah IYA dan TIDAK.
 Apabila jawabannya IYA, maka semua orang harus mencari rumah baru dengan syarat rumah baru mereka tidak boleh bersebelahan dengan rumah yang lama. Hasilnya maka akan terjadi saling lari dan berebut untuk mendapatkan rumah baru, sehingga akan ada satu orang yang tidak memiliki rumah.
 Apabila jawabannya adalah TIDAK, maka akan ada pertanyaan lagi "LALU SIAPA YANG KAMU KASIHI" yang ditanya harus menyebutkan salah satu nama dari mereka misalnya "AKU MENGASIHI stefani" maka stefani tetap diam dirumahnya dan yang lain harus mencari rumah baru dengan syarat dan cara yang sama dengan berebut, maka hasilnya nanti akan ada satu orang yang tidak memiliki rumah.
 Begitu seterusnya sampai batas waktu yang diberikan, bagi yang terakhir tidak memiliki rumah akan diberi hadiah berupa terserah anda.

• Membuat kartu gambar tangan.
 Anak-anak dibagikan kertas karton, gunting, pensil dan spidol
 Anak-anak  menjiplak gambar tangannya diatas karton menggunakan pensil atau spidol kemudian digunting sesuai pola
 Anak-anak menuliskan salah satu ayat dari bacaan hari ini diatas karton yang sudah berbentuk tangan.
 Anak-anak berkreasi dan menghias kartu tersebut.

Refleksi dan penugasan
(Adik-adik diajak untuk hening sejenak, merenungkan aktivitas yang sudah dilakukan).
Yesus pun dengan tegas mengajarkan: "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." (Mat 5:44). Mengapa harus demikian? "karena dengan demikian kamu menjadi anak-anak Bapamu yang disorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar."(Mat 5:45). Alasannya adalah, karena dengan mengasihi musuh dan berdoa bagi mereka yang menyakiti kita, maka kita akan menjadi anak-anak Bapa. Ini sebuah ajaran luar biasa yang membedakan kita yang percaya pada Yesus dengan orang-orang duniawi. Meskipun demikian, ajaran ini tidaklah mudah untuk dilakukan, dan bisa jadi makan waktu yang tidak singkat untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan. Sehari hari dan kita diajak untuk mendoakan musuh-musuh kita dan tidak membalas perbuatan mereka.

Doa permohonan (Pendamping memilih 4 anak untuk menyampaikan doa permohonan)
1. Bagi Perdamaian dunia
Semoga pemimpin bangsa-bangsa giat mengusahakan perdamaian bangsa-bangsa sehingga antar bangsa tetap rukun dan damai sejahtera. Marilah kita mohon…
2. Bagi Keluarga kita
Semoga keluarga kami selalu mengajak anak-anak berdoa bersama, membaca kitab suci juga selalu hidup rukun dan damai. Marilah kita mohon…
3. Bagi anak-anak yatim piatu, cacat dan terlantar
Semoga anak-anak yatim piatu, cacat dan terlantar mendapatkan perlindungan, kasih sayang dan pendidikan dari orang-orang baik yang mau menolongnya. Marilah kita mohon…
4. Bagi kita semua
Semoga kita semua dapat mendengarkan sabda Tuhan dan membawa kitab suci dengan rajin. Dan kita dapat semua hidup dengan rukun dan damai. Marilah kita mohon…

Bapa Kami

Aksi Derma
 Pendamping mengajak adik-adik mengumpulkan derma yang akan dipersembahkan kepada anak-anak lain yang membutuhkan.
 Persembahan
Adik-adik mengumpulkan derma sambil mengucapkan kalimat “Tuhan mengasihi manusia tanpa syarat “

Perutusan Misioner
Pendamping menyampaikan tugas perutusan yang harus dilaksanakan selama 1 minggu kedepan oleh adik-adik

Tugas perutusan: Membaca kitab suci Matius Bab1 dan Bab 2

Doa Penutup
Setelah doa penutup, diakhiri dengan tanda salib seperti pada waktu pembuka.
Contoh doa penutup: Tuhan yang Maha Baik, kami bersyukur boleh merasakan berkat-Mu yang melimpah. Terimakasih karena hari ini Engkau mengajak kami untuk mengampuni dan  mendoakan orang yang berbuat jahat kepada kami. Semoga melalui APP ini kami semakin mampu menjadi berkat bagi siapa saja. Ini semua kami panjatkan kepada-Mu sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Pengumuman (Pendamping menyampaikan pesan/nasihat)

Penutup
Pendamping memberikan kesimpulan singkat tentang kegiatan hari ini dan mengakhiri Pertemuan Bina Iman Anak.

Lagu pengutusan (lagu bisa diganti sesuai dengan tema/bacaan kitab suci).

Aku bangga jadi anak Katholik
Penuh kasih, berdoa untuk teman
Penuh kasih, berderma untuk teman
Kurban kesaksian akan kulakukan
Bangga, bangga jadi anak Katholik
Bangga, bangga jadi anak Katholik
Bangga, bangga jadi anak Katholik
Kurban kesaksian akan kulakukan


Pertemuan 4
Tercipta Alam Semesta “Kejadian 2:1-7”

Tujuan:
1. Tumbuh kesadaran dalam diri untuk mencintai bumi sebagai rumah kehidupan
2. Anak memiliki kepedulian pada lingkungan sekitar tempat tinggal
3. Anak semakin menyadari bahwa bumi sebagai anugerah Tuhan harus kita jaga lewat 
    tindakan sederhana menjaga kelestarian lingkungan
Pikiran Dasar:
Sinar matahari, air, udara, merupakan elemen-elemen penting untuk menunjang berlangsungnya sebuah kehidupan. Kehidupan yang pada akhirnya membuahkan sebuah peradaban seperti bumi. Bukan sebuah proses yang mudah untuk sebuah kehidupan dapat tercipta. Betapa beruntungnya kita semua dapat terlahir di sebuah “rumah” yang dapat menaungi dan menyediakan segala sesuatunya untuk kita gunakan dan nikmati, sama halnya orangtua yang menyediakan segala sesuatunya untuk kita gunakan dan nikmati. Bagaimanakah sikap kita  mensyukuri berkat Allah tersebut lewat tindakan kita sehari-hari?

Sumber Bahan: Alkibat

Metode: Melihat gambar

Sarana: 
Pendamping menyajikan gambar bumi yang indah dan nyaman
Pendamping menyediakan gambar fenomena alam yang akhir-akhir ini terjadi di sekitar kita berkaitan dengan bencana akibat kerusakan alam (banjir, tanah longsor)

Durasi : 1 Jam 

Pra Kondisi
Pendamping menyapa anak-anak dengan mengajak anak-anak untuk memberikan senyum dan memuji teman disamping kanan-kiri. Anak-anak diminta menyalami teman disekitarnya minimal 5 teman.
Pendamping menyajak anak-anak menyanyika pujian: Yesus Angkat bebanku.
Pendamping mengajak anak-anak bersikap tenang, sebagai bentuk persiapan masuk dalam hadirat Tuhan dengan menyanyikan lagu “Betapa Tidak Kita Bersyukur” (PS. No. 707)

Kata Pengantar 
Selamat pagi adik-adik yang dikasihi Tuhan, kita memasuki pertemuan ke empat dalam masa persiapan paskah, semoga kita semakin menyiapkan hati menyambut kebangkitan Allah lewat sabda-Nya dan lewat setiap aksi dalam pertemuan kita, semoga pertemuan hari ini membuat kita merenungkan kebaikan Allah atas Alam yang indah, bumi yang damai yang dianugerahkan kepada kita, dan semoga kita senantiasa giat menjaga keutuhan bumi kita dengan sikap yang arif.

Doa Pembuka
Bapa sumber segala kebaikan, kami bersyukur pada hari ini kami boleh merasakan kasih-Mu. Kami bersyukur atas rahmat kesehatan, rezeki dan kesempatan yang sungguh mulia ini. Ampunilah segala kesalahan kami dan kelalaian kami, terlebih dari itu layakkanlah kami untuk dapat bersungguh-sungguh mengikuti pertemuan ini. Semoga setelah pertemuan ini, kami kau ubahkan untuk semakin baik mengikuti kehendak-Mu. Amin. 

Pendalaman Materi
Sebelum mendengarkan bacaan, anak-anak di ajak menyanyikan lagu “Baca kitab suci, doa Tiap hari Kalau Mau Tumbuh”

Bacaan Kejadian 2:1-7
Anak-anak bergiliran, membaca per ayat.

Ulasan 
Dari bacaan yang telah kita dengarkan tadi, Allah begitu mulia menciptakan bumi dan segala isinya. Ia merancang apa yang ia kerjakan setiap hari, artinya Allah tidak main-main membuat bumi beserta isinya tersebut. Pada ayat ke 2, Ketika Allah telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, beehentilah ia pada hari ke tujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
Maka, melalui ayat ini kita juga diajak, sekali waktu kita berdiam diri, merenungkan kebaikan Tuhan, melihat kembali karya ciptaan Allah, yaitu bumi dan segala isinya yang begitu sempurna.
Dan, sebuah pertanyaan bagi kita, ketika pada hari ke tujuh Allah berhenti dari pekerjaan-Nya, siapakah yang memelihara bumi dan isinya?Ataukah diberhentikan secara total? Pada kesempatan ini, manusia diberi tugas dan tanggungjawab untuk mengelola bumi serta isi-Nya. (Kejadian 1: 27-31). Apakah Allah lalu meninggalkan bumi dan segala isi-Nya? Tentu tidak, Allah ingin memberikan kesempatan kepada manusia untuk merawat bumi dan segala ciptaan-Nya dengan penuh rasa tanggungjawab.

Aktivitas
Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan tadi, setiap anak diminta menyebutkan keindahan alam semesta, satu persatu dan diajak untuk mensyukurinya.
Contoh : Saya bersyukur atas matahari yang bersinar setiap pagi, saya bersyukur atas air bersih yang ada di sesekilingku, dsb.

Setiap anak diminta untuk berkomitmen, menyampaikan komitmennya lewat doa. 
Contoh: aku akan mengurangi penggunaan plastik dan akan mulai menggunakan tempat makan/minum milikku sendiri ketika bepergian.
Atau aku akan mulai membuang sampah pada tempatnya sehingga lingkunganku bersih.
(anak juga diminta tanggap, mengapa kerusakan alam itu terjadi disekitarnya)

Refleksi
Anak diberi kertas dan pena lalu membuat sebuah refleksi dari panduan pertanyaan berikut?
1. Keindahan alam apa yang kamu syukuri?
2. Apakah keindahan itu sekarang masih kamu rasakan?
3. Kerusakan alam apa yang kamu alami terjadi disekitarmu?
5. Mengapa terjadi kerusakan tersebut?
6. Apa yang ingin kamu lakukan melihat kejadian tersebut?

Perayaan Iman “Doa permohonan”
Bagi Keluarga
Semoga keluarga kami diteguhak untuk selalu mengikuti kehendak Allah, mengusahakan keindahan bumi dan segala isi-Nya lewat tindakan nyata, mempergunakan hasil alam dengan penuh rasa tanggungjawab. Marilah kita mohon....
Bagi bangsa dan negara
Semoga bangsa dan negara yang kami cintai, tetap menjadi bangsa yang makmur, subur, alam yang indah dan permai, semoga manusia dan segala mahkluk ciptaan-Nya hidup rukun penuh rasa persaudaraan. Marilah kita mohon....

Bagi kerusakan Alam sekitar
Semoga orang-orang yang dengan segaja mengambil kekayaan dari hasil bumi untuk kepentingan pribadi dan golongan tertentu disadarkan untuk segera mengelola alam dengan penuh kearifan dan memenuhi hajat hidup orang banyak. Dan semoga bangsa kami terhindar dari bencana yang akan mengahncurkan kehidupan umat manusia. Marilah kita mohon....

Doa Bapa Kami

Aksi Derma
1) Pendamping memberi tugas pada masing-masing peserta untuk melakukan tindakan 
    mencintai alam, lalu memfoto dan dibagikan atau disharingkan pada pertemuan yang 
    akan datang. Misalnya, membersihkan got, membersihkan halaman rumah yang kotor.
2) Menghafalkan ayat : 
   
Perutusan Misioner
Pada pertemuan selanjutnya, peserta diminta untuk membawa hasil karya sederhana dari barang bekas. Contoh : celengan dari bekas aqua botol. 
Hal ini mengajak anak-anak untuk mengupayakan penggunaan barang-barang bekas yang masih bisa diolah.

Doa penutup
Allah yang maha rahim, terimakasih kasih-Mu kami rasakan dalam pendampingan-Mu sepanjang kegiatan hari ini, semoga hidup kami diubahkan setelah mengikuti pertemuan ini untuk senantiasa menjaga bumi sebagai rumah kehidupan bagi mahluk ciptaan-Mu. Mampukan dan sadarkan kami selalu untuk mencintai alam permai Indonesiaku agar kemakmuran dan kesuburan senantiasa boleh kami alami. Terpuji Nama Tuhan kini dan sepanjang segala masa. Amin..

Lagu penutup: Puji Syukur No. 703 “Semua Kembang Bernyanyi”

 
Contoh gambar keindahan Alam 


1) Matahari bersinar cerah, rumput menghijau,
bunga-bunga bermekaran.


2) Keindahan alam sore hari,
matahari semburat memerah dan
bunga-bunga ikut menghiasi suasana sore hari.


3) Air terjun yang masih alami dan pepohonan      
disekitarnya yang begitu hijau.



Gambar kerusakan alam


1) Sampah yang menumpuk di pinggir sungai

2) Tanah longsor

3) Kerusakan hutan akibat penebangan liar.


Populer

SAKRAMEN PERKAWINAN GEREJA KATOLIK | IX | 2021

  A. Pengertian Sakramen -           Tanda keselamatan dari Allah yang kelihatan -           Hubungan Kristus dan Gereja-Nya   B. Pe...